Apa itu Color Analysis?

Color analysis juga disebut “Skin Tone Color Matching”, adalah proses menentukan warna yang paling sesuai dengan pewarnaan alami individu. Ada beberapa cara menganalisis pewarnaan pribadi, yang paling terkenal adalah analisis warna “musiman”, yang menempatkan pewarnaan individual ke dalam empat kategori umum, Spring, Summer, Autumn, Winter.

Dalam bukunya, Carole Jackson menyebut mengetahui musim yang cocok dan mengenakan warna di dalamnya dapat membantu kita terlihat lebih baik, berbelanja lebih mudah, dan merasa lebih antusias dengan penampilan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa warna yang dikenakan seseorang dapat memengaruhi persepsi orang lain. Teori analisis warna juga mengajarkan bahwa warna-warna tertentu mampu menekankan, atau sebaliknya, tidak menekankan daya tarik seseorang terhadap orang lain. Dalam dunia estetika, terdapat setidaknya tiga kategori warna, yaitu:

1. Warna yang sangat bagus dan cocok

Warna-warna ini menghidupkan penampilan alami dan menyempurnakan kulit, mata, dan rambut. Saat mengenakan warna-warna ini, kita akan menyadari bahwa warna tersebut sudah cukup, dan tidak membutuhkan tambahan riasan maupun aksesori terlalu banyak. Tanpa disadari, menemukan warna yang sesuai juga akan membuat kita tertarik untuk menggunakannya berulang kali lantaran penampilan yang terlihat sangat bagus berkat warna tersebut. 

Lantas, warna apa yang terlihat bagus pada diri sendiri? Jawabannya, sebuah warna akan terlihat bagus untuk kita jika memiliki aspek warna (atau dimensi warna) yang sama dengan pewarnaan alami. Palet warna alami itu terwujud dalam kulit, mata, dan rambut. Jadi, warna apa pun yang melengkapi aspek warna ini, maka akan menyempurnakan pewarnaan alami dan membuat diri kita terlihat bagus.

2. Warna yang cukup bagus dan tidak terlalu buruk 

Kategori ini dikenal sebagai warna universal, di mana terlihat bagus untuk semua orang, tetapi bukan yang terbaik. Pada diri sendiri, warna-warna yang masuk dalam kategori ini tidak terlalu buruk tetapi juga bukan yang ‘sebagus itu’. Biasanya, warna-warna ini dapat dikenakan siapa saja karena dimensi warnanya cukup netral, artinya tidak terlalu cool atau terlalu warm, tidak terlalu gelap atau terlalu terang, dan tidak terlalu terang atau terlalu redup.

3. Warna yang salah atau tidak cocok

Berbanding terbalik dari dua sebelumnya, warna-warna dalam kategori ini cenderung membuat penampilan terlihat sakit. Yup, alih-alih membuat wajah terlihat segar, warna ini justru membuat penampilan wajah terlihat lelah, pucat, bahkan kusam. Bahkan, tak jarang juga menurunkan keindahan tampilan rambut. Well, hal ini bisa terjadi karena beberapa dimensi warna cenderung terlalu berbeda dengan palet warna alami, sehingga terjadinya berbenturan.

Yuk cek color analysis mu agar menemukan warna yang cocok dengan warna kulitmu!

sumber. BeautyJurnal.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog Terbaru

Blog Berikutnya

X